Categories
Pikiran Dosen

Betulkah Mengukur Keimanan dengan Covid-19?

Beriman pada Allah SWT tidak bertentangan sikap waspada dan berhati-hati pada wabah berbahaya. Nabi Muhammad SAW pernah bersembunyi di dalam Gua Tsur selama tiga hari tiga malam untuk menghindari kejaran suku Quraisy. Nabi Musa AS pernah lari dari kejaran Fira’un dan pasukannya. Umar bin Khattab, sahabat Nabi, pernah mengurungkan niat mengunjungi Syam yang sedang dilanda wabah. Ada problem besar jika menghubungkan secara tidak tepat antara keimanan pada Allah SWT dan ikhtiar menghindari marabahaya. Keimanan seseorang tidak dapat diukur dengan logika seperti demikian. Dalih “jangan takut pada Corona, tapi takutlah pada Allah” seolah-olah menghubungkan dua jenis ketakutan yang berbeda dan tidak saling berkaitan. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/betulkah-mengukur-keimanan-dengan-covid-19?

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Jumlah pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat tinggi. Kasus Covid-19 yang terjadi di DIY dibawa oleh tiga klaster besar, yaitu dari Jamaah Tabligh Sleman, Jamaah Tabligh Gunungkidul dan GPIB Kota Yogyakarta. Riris Andono Ahmad, Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY dan pakar epidemologi UGM mengatakan bahwa klaster Jamaah Tabligh Sleman dan Gunungkidul berasal dari dua orang yang mengikuti kegiatan keagamaan di Jakarta.

Menurut Riris, pasca mengikuti kegiatan keagamaan di Jakarta, dua orang tersebut pulang secara bersamaan. Salah seorang pulang ke Sleman, dan satu lagi ke Gunungkidul. Satu orang yang pulang ke Gunungkidul menjadi satu klaster yang berkembang menjadi 18 kasus. Sedangkan satu orang yang pulang ke Sleman membentuk klaster baru dengan 24 kasus.

Categories
Pikiran Dosen

Mengambil Spirit Harkitnas Dan Perang Badar Untuk Bangkit Melawan Pandemi

Kita jadikan HARKITNAS dan Perang Badar sebagai momentum terbaik untuk bangkit melawan pandemi ini. Kita ambil spirit dan nilai-nilai fundamental dari dua peritiwa penting dan bersejarah tersebut untuk menuju kemenangan. Jangan biarkan musuh ini berlama-lama di bumi pertiwi yang kita cintai ini. Dengan kita bersatu dan tetap merapatkan barisan, bukan hanya satu kemenangan yang akan kita raih, melainkan ada dua kemenangan, yaitu menang saat menyelesaikan puasa Ramadhan dengan ditandai datangnya Hari Raya Idul Fitri dan menang saat kita mampu mengalahkan wabah ini. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/mengambil-spirit-harkitnas-dan-perang-badar-untuk-bangkit-melawan-pandemi/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Harkitnas Dan Perang Badar

Hari Kebangkitan Nasional atau yang disingkat dengan HARKITNAS yang jatuh pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya kali ini bertepatan dengan ibadah Ramadhan 1441 H. HARKITNAS pertama kali diperingati pada era pemerintahan Presiden Soekarno di Yogyakarta pada tahun 1948. Dalam pidatonya saat itu, Presiden Soekarno mengajak seluruh rakyat Indonesia yang telah terpecah belah oleh kepentingan politik agar bersatu untuk melawan penjajahan Belanda. Peristiwa HARKITNAS ini sangat penting dalam sejarah Indonesia. Sejarah telah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia salah satunya dapat diraih dengan bersatu. Hingga kemudian memuculkan istilah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”.

Sejarah telah mencatat bahwa kemerdekaan Republik Indonesia diraih bukan atas nama ras, agama atau partai tertentu, melainkan diraih atas nama rakyat Indonesia yang berbeda-beda suku, agama, budaya, bahasa namun tetap satu tujuan, yaitu tercapainya kemerdekaan. Inilah yang disebut Bhineka Tunggal Eka. Rasanya mustahil Indonesia saat itu dapat merdeka tanpa adanya persatuan rakyat Indonesia. Peringatan HARKITNAS mengingatkan Kembali kepada kita pentingnya persatuan untuk bangkit dari keterpurukan. Karena hanya dengan bersatu masyarakat Indonesia dengan perlengkapan perang seadanya waktu itu mampu melawan dan mengusir penjajah. Bersatu adalah senjata ampuh untuk memenangkan peperangan.     

Demikian pula dengan kemenangan pasukan kaum Muslim dalam Perang Badar yang juga terjadi pada bulan Ramadhan. Perang Badar adalah peperangan antara kaum Muslim dengan kaum Kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu jahal alias Amr bin Hiyam. Perang Badar terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 17 Ramadhan 2 H atau bertepatan dengan tanggal 13 Maret 624 M. Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan kaum penyembah berhala Quraisy dari Makkah. Disebut dengan Perang Badar karena merujuk pada lokasi pertempuran tersebut yang terjadi di Kota Badar. Kota Badar adalah suatu kota yang terletak di provinsi Madinah, Arab Saudi bagian barat.

Categories
Pikiran Dosen

Ramadhan Momentum Terbaik Untuk Bangkit Melawan Pandemi

Tahun ini, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Virus Corona telah merubah segalanya. Memang berat ibadah puasa di tengah gempuran wabah. Karena semua kegiatan termasuk ibadah yang sifatnya di lakukan di ruang publik, harus dirumahkan sementara. Namun demikian, semangat untuk meraih derajat ketaqwaan di bulan penuh berkah ini tidak boleh luntur. Walaupun puasa Ramadhan tahun ini sangat berbeda, nilai-nilai yang ditanamkan dalam ibadah Ramadhan tetaplah sama. Bahkan, kita bisa menjadikan Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk bangkit melawan wabah ini. Karena banyak nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam ibadah puasa yang bisa kita bawa dalam melawan virus yang sampai hari ini belum juga ditemukan penawarnya. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/ramadhan-momentum-terbaik-untuk-bangkit-melawan-pandemi/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Tahun ini, umat Islam di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Virus Corona telah merubah segalanya. Memang berat ibadah puasa di tengah gempuran wabah. Karena semua kegiatan termasuk ibadah yang sifatnya di lakukan di ruang publik, harus dirumahkan sementara. Namun demikian, semangat untuk meraih derajat ketaqwaan di bulan penuh berkah ini tidak boleh luntur. Walaupun puasa Ramadhan tahun ini sangat berbeda, nilai-nilai yang ditanamkan dalam ibadah Ramadhan tetaplah sama. Bahkan, kita bisa menjadikan Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk bangkit melawan wabah ini. Karena banyak nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam ibadah puasa yang bisa kita bawa dalam melawan virus yang sampai hari ini belum juga ditemukan penawarnya.

Hakikat Puasa

Kata “puasa” dalam Bahasa Arab disebut “Ash-Shiyam” atau “Ash-Shaum” yang secara bahasa berarti “al-Imsak” yang bermakna “menahan diri dari sesuatu”. Dengan demikian, secara istilah puasa bermakna menahan diri dari segala sesuatu dapat membatalkan puasa yang dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sehingga orang yang sedang sahur kemudian mendengar seruan “imsak”, itu artinya kita disuruh untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum dan hubungan biologis.

Categories
Pikiran Dosen

Menghindari Kebodohan dalam Beribadah Di Musim Wabah

Orang yang bodoh tapi rajin beribadah dapat merusak dan berbahaya. Bahkan bisa menjadi ancaman dan fitnah besar. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/menghindari-kebodohan-dalam-beribadah-di-musim-wabah/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Data per Kamis 7 Mei 2020 menunjukkan, bahwa jumlah pasien positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyentuh angka 137 orang dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. Kasus Covid-19 yang terjadi di DIY dibawa oleh tiga klaster besar, yaitu dari Jamaah Tabligh Sleman, Jamaah Tabligh Gunungkidul dan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Kota Yogyakarta.

Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY yang juga ahli epidemologi dari UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan bahwa klaster Jamaah Tabligh Sleman dan Gunungkidul berawal dari adanya dua orang yang mengikuti kegiatan keagamaan di Jakarta. Menurut Riris Andono Ahmad, setelah mengikuti kegiatan keagamaan di Jakarta, kedua orang tersebut pulang secara bersamaan, satu ke Sleman dan satu lagi ke Gunungkidul.

Satu orang yang pulang ke Gunungkidul menjadi satu klaster yang berkembang menjadi18 kasus. Sedangkan satu orang yang pulang ke Sleman membentuk klaster baru dengan 24 kasus. Menurut Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, bahwa pada tanggal 7 Mei 2020 ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 15 kasus. Menurut Berty dari 15 pasien positif Covid-19 tersebut 10 diantaranya berasal dari Gunungkidul. Berty juga merinci bahwa pasien 125, pasien126, pasien 127, pasien 130, pasien 131 dan pasien 134 merupakan peserta Ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan (kompas.com/7/5/2020)

Categories
Pikiran Dosen

Rasulullah Menghormati Jenazah Non-Muslim, Jangan Sampai Kita Menolak

Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Padahal Rasulullah memerintahkan menghormati jenazah. Lalu mengapa ada sebagian masyarakat kita menolak jenazah? Buka: https://update.unisayogya.ac.id/covid19/rasulullah-menghormati-jenazah-non-muslim,-jangan-sampai-kita-menolak/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Padahal Rasulullah memerintahkan menghormati jenazah. Lalu mengapa ada sebagian masyarakat kita menolak jenazah?

Tentu kita masih ingat, ketika jenazah seorang perawat RSUP dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia karena positif terinfeksi virus corona ditolak oleh sejumlah waraga ketika hendak kebumikan pada Kamis 9 April 2020.

Sebelumnya, penlolakan jenazah pasien positif Corona juga terjadi pada Selasa 31 Maret 2020 tepatnya di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Peristiwa ini tentu sangat memprihatinkan.

*Ketika Jenazah Ditolak*

Categories
Pikiran Dosen

Wabah Itu Menguji Keimanan dan Kemanusiaan Kita

Adanya wabah pandemi covid-19 tidak hanya mengguncang kesehatan kita, tetapi dalam banyak hal juga menguji keimanan dan rasa kemanusiaan kita. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Tentu kita masih ingat, ketika jenazah seorang perawat RSUP dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia karena positif terinfeksi virus corona ditolak oleh sejumlah warga ketika hendak dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sewakul di RT 06, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Kamis 9 April 2020. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/wabah-itu-menguji-keimanan-dan-kemanusiaan-kita/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Ketika Jenazah itu Ditolak

Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Tentu kita masih ingat, ketika jenazah seorang perawat RSUP dr Kariadi Semarang yang meninggal dunia karena positif terinfeksi virus corona ditolak oleh sejumlah warga ketika hendak dikebumikan di Tempat Pemakanman Umum (TPU) Sewakul di RT 06, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Kamis 9 April 2020.

Sebelumnya, penolakan jenazah pasien positif Corona juga terjadi pada Selasa 31 Maret 2020 tepatnya di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Berbagai peristiwa tersebut tentu sangat memprihatinkan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sampai angkat bicara mengungkapkan rasa keprihatinannya dan mengajak masyarakat untuk ngrogoh roso kamanungsan (menggunakan hati nurani dan rasa kemanusiaan). Beliau berpesan, “Para perawat, dokter dan tenaga medis tidak pernah menolak pasien, kenapa kita tega menolak jenazah mereka? (11 April 2020).

Categories
Pikiran Dosen

Pentingnya Exercise pada Anak di Masa Pandemic Corona

Oleh: Tyas Sari Ratna Ningrum – Prodi Fisioterapi UNISA Yogyakarta

Pandemik Coronavirus yang sedang marak di masyarakat. Karena adanya virus ini, seluruh kegiatan formal di Indonesia hampir semua dialihkan dengan online demi memutus rantai penularan virus ini. karena telah menginfeksi tepatnya 9096 orang di Indonesia sesuai update per tanggal 27 April 2020. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti virus di Indonesia, penularan virus ini dapat terjadi Ketika seseorang kontak dengan orang yang terinfeksi, sehingga memang harus sangat diwaspadai.

Untuk menghindari kontak dengan virus ini, pemerintah pusat maupun daerah menerapkan system Work From Home (WFH) untuk menghindarkan warga dari penyebaran virus ini. Selain itu menerapkan physical distancing untuk menghindarkan kontak dengan orang lain. Selain itu warga juga diharapkan untuk tidak berkerumun. Selain itu, warga diwajibkan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak serta pentiingny mencuci tangan pasca melakukan aktivitas apapun dengan cara yang benar. Dan warga dihimbau untuk tetap di rumah kecuali untuk melakukan kegiatan yang penting. Peningkatan imun juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Untuk bisa meningkatkan imun, dapat dilakukan dalam berbagai cara selain konsumsi makanan bergizi, juga dengan management stress. Hal-hal ini penting untuk dipahami seluruh kalangan masyarakat untuk dapat memaksimalkan pemutusan rantai penularan virus ini.

Categories
Pikiran Dosen

Ramadan Bulan Al-Qur’an: Keutamaan dalam Pandemi

Puasa Ramadan tahun ini dibarengi dengan ujian yang berat bernama Covid-19 atau yang juga dikenal virus Corona. Virus ini memaksa kita beribadah Ramadhan seperti shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an yang biasanya dilakukan di masjid, kali ini harus dilakukan di rumah. Dalam kondisi menghadapi ujian yang begitu berat seperti saat ini, tidak ada jalan lain kecuali tetap berpegang pada Al-Qur’an. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/ramadan-bulan-al-quran-keutamaan-dalam-pandemi/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan. Sebab itu, seringkali disebutkan bahwa Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Hal ini telah ditegaskan di alam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur-an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)…”

Ramadan Bulan Al-Qur’an

Puasa Ramadan tahun ini dibarengi dengan ujian yang berat bernama Covid-19 atau yang juga dikenal virus Corona. Virus ini memaksa kita beribadah Ramadhan seperti shalat tarawih dan tadarus Al-Qur’an yang biasanya dilakukan di masjid, kali ini harus dilakukan di rumah.

Karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menghimbau untuk beribadah di rumah, termasuk meniadakan shalat jumat dan shalat jamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk meminimalisisasi penyebaran virus Corona yang semakin masif.

Categories
Pikiran Dosen

Puasa Transformatif Di Tengah Wabah Covid-19

Jika puasa hanya sekedar menahan diri dalam arti sempit, maka puasa kita terancam hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga saja bagi pelakunya. Karena hanya puasa yang bermakna menahan diri dalam arti luaslah yang dapat berdampak secara sosial berskala besar. Sikap menahan diri yang diajarkan dalam puasa Ramadhan ini bisa kita bawa dalam menghalau penyebaran virus Corona yang sedang melanda negeri kita. Menahan diri untuk tidak ke luar rumah kecuali memang sangat mendesak. Menahan diri untuk tidak beribadah ke masjid sesuai himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menahan diri untuk tidak bersilaturahim. Menahan diri untuk tidak mudik dulu tahun ini dan menahan diri lain-lainnya. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/puasa-transformatif-di-tengah-wabah-covid-19/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Kata “puasa” dalam Bahasa Arab disebut “Ash-Shiyam” atau “Ash-Shaum” yang secara bahasa berarti “al-Imsak” yang bermakna “menahan diri dari sesuatu”. Dengan demikian, secara istilah puasa bermakna menahan diri dari segala sesuatu dapat membatalkan puasa yang dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sehingga orang yang sedang sahur kemudian mendengar seruan “imsak”, itu artinya kita disuruh untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum dan hubungan biologis.

Namun makna menahan diri ini bukan berarti sempit di mana hanya sekedar menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, namun hakikat menahan diri yang dimaksud bermakna luas yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang dapat menggugurkan pahalanya puasa. Jika puasa hanya sekedar menahan diri dalam arti sempit, maka puasa kita terancam hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga saja bagi pelakunya. Karena hanya puasa yang bermakna menahan diri dalam arti luas yang dapat berdampak secara sosial berskala besar.     

Categories
Pikiran Dosen

Tahun Ini, Ramadan Kita Berbeda

Ibadah Ramadhan di tengah merebak virus Corona memang penuh dengan tantangan. Namun demikian, jangan sampai hal tersebut mengurangi esensi atau kualitas dari Ramadan itu sendiri. Jadikan tahun ini, dengan Ramadan kita yang berbeda sebagai momentum terbaik untuk hijrah menjadi hamba yang lebih baik lagi. Sehingga kita bisa mencapai derajat takwa. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/tahun-ini,-ramadan-kita-berbeda/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Tahun ini Ramadan kita berbeda dari Ramadan-Ramadan sebelumnya. Umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia harus menjalani puasa Ramadan yang tidak biasa. Hal tersebut disebabkan oleh merebaknya Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona.

Tahun Ini, Ramadan Kita Berbeda

Setidaknya ada dua bebedaan mendasar yang akan diraskan oleh umat Islam pada Ramadhan tahun ini. Pertama, salat jamaah tarawih dan tadarus Alqur’an di masjid ditiadakan; dan kedua, kebiasaan ngabuburit atau jalan-jalan sore mencari menu buka puasa yang hilang atau berkurang. Setidaknya dua hal tersebut adalah ciri khas Ramadan di Indonesia.

Namun demikian, ketika shalat jamaah dan tadarus Alqur’an di masjid ditiadakan, bukan berarti tidak ada jamaah shalat dan tadarus Alqur’an. Jamaah shalat dan tadarus Alqur’an harus tetap ditegakkan di dalam rumah sebagai pengganti masjid.

Categories
Pikiran Dosen

Corona Berakhir di Musim Panas? Hati-hati Memahami Pendapat Ibnu Hadjar!

Pendapat Ibnu Hadjar Al-Asqalani jangan dipahami secara tekstual semata. Pendapat Ibnu Hadjar Al-Asqalani harus pahami secara kontekstual. Mengapa demikian? Karena mengingat bahwa pada masa Ibnu Hadjar Al-Asqalani perkembangan ilmu dan kecanggihan teknologi belum semaju pada zaman sekarang. Pada konteks sekarang, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju, seharusnya virus Corona bisa lebih cepat dihentikan dan tentu tidak harus menunggu musim panas datang. Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/corona-berakhir-di-musim-panas-hati-hati-memahami-pendapat-ibnu-hadjar/

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Hari ini, usia penyebaran Virus Corona hampir genap lima bulan sejak pertama kali dikonfirmasi secara resmi pada Desember 2019 di salah satu kota di China bernama Wuhan. Virus ini telah menjangkiti lebih dari 180 negara/wilayah di dunia. Saat ini mulai muncul pertanyaan kapan corona berakhir?

Dalam update data terbaru Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pertanggal 14 April 2020, tercatat kasus positif di seluruh dunia sudah menyentuh angka 1.924.878 orang, sedangkan korban jiwa sudah menyentuh angka 119.818 orang (Johns Hopkins, 14 April 2020). Sampai hari ini virus ini belum ditemukan obatnya.

Virus ini telah merubah sendi dan tatanan kehidupan manusia, mulai dari tatanan sosial, budaya, politik, ekonomi hingga beragama.

Corona Berakhir di Musim Panas?
Categories
Pikiran Dosen

Pandemi, Akankah Berbuntut Resesi?

Oleh: Hendrato S. Nugroho, dosen Program Studi Manajemen S1 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

WHO merilis data 187 negara di dunia terinfeksi covid-19. Berarti hampir seluruh negara-negara di dunia disibukkan dengan penanganan pandemi covid-19 ini. Banyak negara melakukan lockdown maupun pembatasan sosial seperti di Indonesia. Apapun yang dilakukan jelas dampaknya sama, yaitu tersendatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Kantor-kantor diwajibkan work from home, pabrik-pabrik menghentikan produksi dan merumahkan buruh-buruh mereka. Tidak ada industri berskala besar yang bisa melaksanakan kegiatannya di tengah pandemi seperti ini. Hilangnya pendapatan masyarakat mengakibatkan turunnya daya beli yang menurunkan konsumsi. Turunnya konsumsi akan mematikan dunia industri. Lingkaran setan pun terjadi. Sementara kebutuhan hidup minimal harus terpenuhi.

Beberapa lembaga keuangan dan pemeringkat dunia memberikan sinyal akan terjadinya kontraksi ekonomi global. Tak satupun negara di dunia akan mengalami pertumbuhan ekonomi positif. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia minus 1,1%, EIU memprediksi minus 2,2%, Fitch memprediksi minus 1,9%, dan IMF memprediksi minus 3%. Bahkan China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar saat ini, melalui Biro Statistik Nasional-nya melaporkan telah terjadi kontraksi ekonomi pada kuartal I-2020 sebesar -6,8% year-on-year (YoY).

Categories
Pikiran Dosen

Efektivitas Telehealth Untuk Lansia Saat Wabah Covid 19

Oleh: Siti Nadhir Ollin Norlinta, SSt.FT, MFis, dosen Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Pendemi Covid 19 adalah peristiwa penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (covid 19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus korona jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 terdeteksi pertama kali Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok pada bulan desember 2019, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, lebih dari 118.000 kasus penyakit virus korona terjadi di 110 negara bahkan wilayah di seluruh dunia dan dikategorikan sebagai penyebaran global. Hingga 19 April 2020, kasus COVID-19 di Indonesia telah dilaporkan 6575 telah dikonfirmasi dengan rincian sembuh 686 jiwa dan meninggal 582 jiwa.

Categories
Pikiran Dosen

Hukum Mati Koruptor Dana Bencana Covid-19

Oleh: Bayu Susena, M.H. – Tenaga Kependidikan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Covid-19 telah mewabah di 213 negara termasuk Indonesia. Segala upaya telah dilakukan untuk mengatasi Covid-19. Salah satunya yaitu pembuatan anggaran untuk mengatasi bencana Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah meminta kepada Kementrian dan Pemerintah Daerah untuk melakukan perubahan alokasi anggaran untuk mengatasi bencana Covid-19.

Bencana Covid-19 akan memerlukan dana besar. Dana ini harus dikawal dengan baik agar tidak terjadi korupsi. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paing singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 Miliar.

Categories
Pikiran Dosen

Alternatif Deteksi Molekuler Covid-19

Oleh: Arif Bimantara, S.Pi., M.Biotech. – Dosen Program Studi Bioteknologi S1 UNISA Yogyakarta

Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh virus Severe Accute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS Cov-2). Virus ini memiliki materi genetik berupa positive sense RNA untai tunggal, artinya virus ini dapat langsung memproduksi protein tanpa transkripsi terlebih dahulu. Hingga saat ini, metode quantitative Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR) merupakan metode paling ampuh yang digunakan dalam deteksi virus penyebab COVID-19. Metode deteksi inilah yang menentukan apakah pasien berstatus positif atau negatif terinfeksi SARS Cov-2. Saat ini baru 35 laboratorium yang dianggap mampu sehingga ditunjuk oleh pemerintah Indonesia untuk deteksi SARS Cov-2 menggunakan metode qRT-PCR.

Categories
Pikiran Dosen

Gerakan Pemuda Kampung Hebat

Oleh: Program Studi Keperawatan (Ners) UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Terkena Luka Bakar Saat di Rumah, Jangan Panik!

Oleh: Program Studi Keperawatan (Ners) UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Imunisasi Bayi di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Dewi Rokhanawati, SSiT., MPH – Dosen Program Studi Kebidanan S1 Profesi UNISA Yogyakarta

Pandemi Covid-19 masih terus melanda di Indonesia. Sampai tanggal 14 April 2020, terdapat 282 kasus baru, sehingga total kasus ada 4.839 kasus Covid-19 di Indonesia sejak diumumkan pertama kali tanggal 2 Maret 2020. Di Indonesia saat ini ada 2 Pasien anak balita yaitu pasien ke 49 dan 54, keduanya merupakan anak laki-laki dengan usia 3 tahun dan 2 tahun. Kedua balita tersebut diketahui tertular dari orang tuanya yang juga positif mengidap Covid-19.

Kelompok Bayi dan anak merupakan kelompok rentan terhadap penularan Covid-19. Sesuai dengan pedoman pelayanan Bayi baru lahir yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa BBL tetap mendapatkan pelayanan segera setelah lahir seperti pemberian injeksi vitamin K dan pemberian imunisasi Hepatitis B. Kunjungan Neonatal (KN) juga tetap dilakukan sesuai dengan jadwal kunjungan yaitu KN 1 (periode 6 jam sampai 48 jam setelah lahir), KN 2 pada periode 3 hari sampai 7 hari setelah lahir) dan KN 3 pada periode 8 hari sampai 28 hari setelah lahir. Pemberian Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada ibu terkait dengan pemebrian ASI Eksklusif dan pemberian imunisasi.

Categories
Pikiran Dosen

Waspadai Kelompok Orang Berisiko Terkena Covid-19 di Sekitar Kita

Oleh: Ns. Suratini., M.Kep.,Sp.Kep.Kom – Dosen Program Studi Keperawatan (Ners) UNISA Yogyakarta

Apakah yang dimaksud dengan kelompok resiko kesehatan itu? risk adalah konsep dalam statistik berdasarkan peluang timbulnya penyakit atau masalah kesehatan. Ada beberapa faktor berkontribusi terhadap munculnya kondisi sehat atau tidak sehat. Tidak setiap orang yang terpapar dengan peristiwa yang sama akan memiliki akibat yang sama. Faktor-faktor mempengaruhi apakah penyakit atau akibat lainnya yang tidak sehat akan muncul disebut dengan risiko kesehatan. Risiko kesehatan dapat diklasifikasikan kedalam empat katagori umum yaitu: risiko biologis bawaan atau genetis (inherited biological risk), risiko sosial, risiko ekonomi, reiko akibat gaya hidup, dan life event riks.

Jadi dari definisi tersebut maka yang dimaksud dengan kelompok risiko terkena corona virus 19 adalah kelompok yang memiliki faktor yang melekat pada aspek-aspek dibawah ini :

a. Faktor risiko biologi

Categories
Pikiran Dosen

Dana Desa : Tumpuan Baru Penanggulangan Virus Corona

Oleh: Gerry Katon Mahendra., S.IP., M.I.P, dosen Program Studi Administrasi Publik S1 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Pandemi Corona Covid 19 masih terus mewabah di Indonesia. Hampir seluruh wilayah di Indonesia terkena dampak langsung maupun tidak langsung yang meliputi dampak medis, ekonomi, hingga sosial budaya. Dampak medis misalnya, terdapat ratusan hingga ribuan masyarakat Indonesia yang dinyatakan positif terkena virus Corona Covid 19. Terdapat pula ribuan orang yang menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) sebagai akibat dari proses interaksi sebelumnya. Dampak medis lainnya meliputi kurangnya fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan yang seharusnya melekat pada paramedis yang saat ini sedang berjuang menangani pasien Corona Covid 19. Dampak ekonomi juga dirasakan berbagai kalangan. Pengusaha, pekerja formal, hingga pekerja informal menjadi contoh beberapa pihak yang terdampak secara langsung. Disisi lain, ekonomi negara juga turut terdampak cukup signifikan, salah satunya ditandai dengan pelemahan rupiah terhadap dollar yang hampir menyentuh angka Rp. 17.000/1 US Dollar. Pada bidang sosial budaya, dampak dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia meliputi kebijakan libur sekolah, penundaan kegiatan sosial keagamaan, penundaan kegiatan budaya, hingga memaksa masyarakat untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah agar dapat membantu meredam penyebaran virus Corona Covid 19 melalui program social and physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Categories
Pikiran Dosen

Keperawatan Tanggap Covid-19

Oleh: Program Studi Keperawatan (Ners) UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Radiologi Tanggap Covid-19

Oleh: Program Studi Radiologi DIII UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Anjuran “DIRUMAH SAJA” dan Masjid yang Menolaknya

Oleh: Iwan Setiawan, M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Menghindari kemudaratan, lebih diutamakan
Daripada mendatangkan kemaslahatan
( Kaidah Fikih/Ushul Fikih)

Saya punya pengalaman, pada sebuah obrolan yang membahas fatwa agama“dirumah saja” dengan Takmir Masjid. Sehingga konteks tulisan ini seputar penerimaan umat Islam terhadap fatwa agama “dirumah saja” dalam lingkungan Masjid. Fatwa agama “dirumah saja” memang penting dikala pendemi coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia yang semakin banyak memakan korban. Jumlah yang meninggal semakin banyak dan yang positif juga tidak turun. Biar adil, tentu anjuran “dirumah saja” menurut saya, juga tidak bisa dipaksakan kepada pribadi yang terpaksa jihad untuk bekerja diluar rumah, untuk menghidupi keluarga. Bagi yang lain, selagi bisa melaksanakan kerja dan beraktivitas “dirumah saja” wajib dilakukan.

Pendemi covid-19 memang maha dahsyat, dapat menghentikan mobilitas manusia di bumi. Akibat positifnya, bumi kembali menemukan keseimbangannya. “Bumi sanggup memenuhi kebutuhan manusia, tetapi tidak sanggup memenuhi keserakahan manusia,”mengutip kata-kata Gandhi bisa menjadi adagium sekarang. Bumi yang beberapa bulan lalu nampak suram akibat polusi udara, perusakan alam dan kehancuran yang dibuat manusia, kini mulai kembali hijau. Disaat manusia istirahat dari “aktifitas merusak” karena dihentikan covid-19, bumi kembali hijau, segar dan menemukan keseimbangannya.

Masjid yang menolak fatwa

Categories
Pikiran Dosen

S1 Profesi Kebidanan Tanggap Covid-19

Oleh: Program Studi Kebidanan S1 Profesi UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Prodi Gizi Tanggap Covid-19

Bagaimana melawan radikal bebas yang menurunkan imun, cara meningkatkan imun dan menjaga kinerja tubuh dan organ agar tetap baik? Baca https://update.unisayogya.ac.id/covid19/prodi-gizi-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Gizi UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Bersama Anak selama Work From Home

Oleh: Sri Lestari Linawati – Dosen UNISA Yogyakarta

Hikmah terbesar selama Work From Home adalah full bersama anak di rumah. Kita bekerja dari rumah, anak belajar juga dari rumah. Yang penting internet kenceng dan lancar, maka pembelajaran online dan penugasan insyaallah oke. Apakah hanya terkait dengan internet?

Tentu tidak. Dalam kehidupan yang kita jalani selama dua puluh empat, ada banyak kegiatan di rumah yang membutuhkan kerjasama semua anggota keluarga. Mulai bangun tidur, wudlu, shalat malam, bersujud, memanjatkan doa, menyiapkan sarana prasarana kegiatan seharian nanti, menyapu halaman, mengisi air, olahraga, menyambut mentari pagi, hingga bisa duduk tenang membaca buku dan menulis.

Categories
Pikiran Dosen

Warna-Warni Work From Home

Oleh: Sri Lestari Linawati – Dosen UNISA Yogyakarta

Seminggu lagi saatnya UTS, ujian tengah semester. Karenanya, minggu ini focus merampungkan materi teori dan menyiapkan naskah UTS. Ujian kali ini berbeda, karena ini memang situasi work from home, learning from home, di rumah aja. Tiap pagi memang selalu kita saksikan hadirnya mentari. Pohon-pohon dan dedaunan masih menari-nari dihembus angin. Masih terdengar kokok ayam menyambut hadirnya pagi. Beberapa ekor ayam jantan dan betina juga masih tampak berkeliaran di halaman. Panas dan hujan pun datang silih berganti. Namun, ini masa kami sebaiknya di rumah aja.

Bekerja dari rumah sebagai himbauan pemerintah, ya.. mungkin baru kali ini. Kita semua dihimbau untuk bekerja dari rumah. Kalau pun terpaksa keluar, itu apabila dalam keadaan tertentu yang sangat mendesak untuk keluar. Pedagang sayur dan buah, tentu keluar rumah. Pak tani yang sedang tanam atau panen, tentu di sawah, tidak bisa online. Begitu pula para tenaga kesehatan di rumah sakit, berdiri di garda terdepan memberikan layanan kesehatan bagi para pasien, termasuk pasien covid-19.

Categories
Pikiran Dosen

Olahraga dan Aktivitas Fisik Selama Pandemi

Work from home bukan dijadikan alasan untuk tidak bergerak. Aktivitas fisik adalah salah satu cara untuk sehat dan menghilangkan kejenuhan/stress, #ExerciseIsCulture. Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/olahraga-dan-aktivitas-fisik-selama-pandemi/

Oleh: Program Studi Fisioterapi S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Berbagi Informasi Positif

Oleh: Program Studi Ilmu Komunikasi S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Mata Lelah Karena Daring? Yuk… Lakukan Hal Ini

Oleh: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Peran Pelaku Usaha pada Penanganan Virus Corona Melalui CSR

Oleh: Seto Satriyo Bayu Aji, S.E, M.Ak, Akt, CA – Dosen Program Studi Akuntansi S1 UNISA Yogyakarta

Masifnya penyebaran virus Corona (Covid-19) saat ini sangat meresahkan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Dalam menghadapi virus Corona ini dibutuhkan kerjasama yang baik antara seluruh elemen yang ada di Indonesia. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat saling bahu membahu menghadapi permasalahan ini. Masyarakat umum, pemerintah dan pelaku usaha di Indonesia harus bersatu padu. Para pelaku usaha yang ada di Indonesia diharapkan juga dapat memberikan kontribusi dalam penanganan virus Corona ini. Kontribusi para pelaku usaha tersebut sebaiknya adalah dengan melakukan pemberian bantuan – bantuan langsung kepada masyarakat. Pelaku usaha dapat melakukan bantuan melalui berbagai aktivitas dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki.

CSR adalah suatu bentuk tanggungjawab sosial pelaku usaha terhadap masyarakat, oleh karena itu sudah sepatutnya pelaku usaha turut serta membantu mengatasi permasalahan sosial yang ada. Aktivitas CSR tersebut dapat dilaksanakan dengan bentuk pemberian dana bantuan, kampanye kesehatan ataupun bantuan dalam bentuk produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini, pihak yang sangat membutuhkan bantuan adalah masyarakat umum dan tenaga medis seacara khususnya. Pemberian masker, handsanitizer , produk kesehatan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat serta alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis menjadi kebutuhan yang sangat krusial untuk saat ini.

Categories
Pikiran Dosen

COVID-19 : Mengenal sebelum Melawan

Oleh: Arif Bimantara, S.Pi., M.Biotech. – Dosen Program Studi Bioteknologi S1 UNISA Yogyakarta

Bak bermain sepakbola, strategi disusun setelah mengenal lawan yang akan dihadapi. Begitupula dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini. Kita perlu mengenal penyebabnya sebelum melawan dengan tepat. COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Accute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS Cov-2) yang termasuk ke dalam keluarga coronavirus. Partikel virus ini berukuran nano, bermateri genetik asam ribonukleat untai tunggal (single stranded RNA) dengan pelindung lapisan lemak (phospolipid bilayer). Virus ini menyebar melalui droplets atau butiran air berukuran kecil yang keluar dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, berbicara dan bernafas. Karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, pemerintah telah mengeluarkan himbauan untuk berusaha menghentikan rantai penyebaran virus ini.

Tidak semua orang yang terserang virus ini menunjukkan gejala sakit, terutama orang yang kekebalan tubuhnya baik. Pemerintah telah memberikan himbauan untuk membatasi mobilitas dan menjaga jarak bagi orang yang sehat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari tersebarnya droplets yang berasal dari orang yang nampak sehat tetapi sebenarnya membawa virus. Pengendalian dan pemetaan penyebaran COVID-19 juga akan lebih mudah jika pergerakan masyarakat diminimalisir.

Categories
Pikiran Dosen

Kehamilan ditengah pandemi Covid-19

Oleh: Endang Koni Suryaningsih, S.ST., MSc. Nurse-Mid. – Dosen Program Studi Kebidanan Diploma III UNISA Yogyakarta

Pada kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini, memberikan dampak kecemasan terhadap seorang ibu disaat dirinya dinyatakan hamil. Padahal sejatinya, kehamilan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh para pasangan. Hingga saat ini, para ahli sedang mendalami dan mempelajari pengaruh infeksi Covid-19 pada ibu hamil terhadap janin. Bahkan, menurut American College of Obstetricians dan Gynaecologist, sejauh ini, data tidak menunjukkan bahwa wanita hamil memiliki resiko lebih tinggi terkena virus Covid-19 dibandingkan kelompok lain. Namun dengan adanya perubahan sistem imun yang terjadi selama kehamilan, dapat membuat ibu hamil menjadi lebih rentan terkena infeksi dan lebih beresiko mengalami gejala penyakit berat dan fatal. Infeksi covid-19 dapat menyebabkan demam tinggi pada penderitanya, akibatnya jika menyerang pada ibu hamil trimester pertama, dapat meningkatkan resiko terjadinya cacat lahir pada anak . Selain itu, yang perlu digaris bawahi adalah, Covid-19 ini berasal dari golongan virus yang sama dengan penyebab Severe Acute Respiratory Syndromes (SARS) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Berdasarkan kejadian lalu, ibu hamil yang terserang SARS dana tau MERS beresiko tinggi mengalmai keguguran atau melahirkan bayi premature. Kejadian ini berlaku demikian pada ibu hamil dengan Covid-19, namun laporan kejadiannya masih sedikit. Sejauh fakta empris, penularan Covid-19 dapat terjadi melalui percikan air liur pada saat si pembawa virus batuk, bersin atau bahkan berbicara. Hingga saat ini, belum ada data yang jelas mengenai penularan covid-19 dari ibu ke janin selama masa kehamilan atau pada saat melahirkan. Namun, berdasarkan kasus yang baru-baru ini terjadi, bayi yang baru lahir dari ibu dengan Covid-19 tidak terbukti ikut positif terjangkit virus ini.

Categories
Pikiran Dosen

Kebidanan DIII Tanggap Covid-19

Setiap orang terkena dampak dari Pandemi Covid19, tidak terkecuali ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu menyusui. Namun, dampak tersebut dapat diminimalisir sehingga calon bayi atau bayi tetap dapat tumbuh dengan baik, sehat dan cerdas. Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/kebidanan-diploma-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Kebidanan Jenjang Diploma Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Rumah Isolasi Mandiri Sehat

Oleh: Indah Pujiyanti ST MSc, dosen Program Studi Arsitektur S1 Universitas Aisyiyah Yogyakarta

SEJAK adanya pandemi Covid -19, istilah self isolation atau isolasi mandiri mulai sering menjadi bahan perbincangan. Isolasi mandiri yang dimaksud merupakan upaya preventif dengan berdiam diri di rumah atau membatasi pergerakan orang keluar dari tempat tinggalnya masingmasing untuk menghambat penyebaran virus korona yang semakin bertambah. Tempat yang dijadikan area isolasi mandiri di lingkungan terdekat adalah rumah tinggal masing-masing. Lalu pertanyaannya apakah rumah yang ditempati saat ini sudah cukup memadai untuk area isolasi mandiri?

Categories
Pikiran Dosen

Ruangan Sehat dan Kondusif Agar Produktif Saat Work From Home

Oleh: Aprodita Emma Y, ST., M.Sc – Dosen Program Studi Arsitektur S1 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Work From Home (WFH)atau Bekerja dari Rumah sebenarnya tidak asing bagi masyarakat Indonesia terlebih bagi para Freelancer. Namun, dengan adanya himbauan social distancing selama pandemic Covid-19 saat ini, WFH menjadi semakin populer. Suasana bekerja saat WFH tentu sangat berbeda dengan saat kita bekerja di kantor. Keadaan ini bagi sebagian orang terasa tidak nyaman dan tidak jarang menimbulkan stres. Salah satu alasannya adalah saat bekerja di rumah, ritme kerja cenderung lebih santai dan kurang fokus yang akhirnya mengakibatkan pekerjaan tertunda. Suasana santai dan kurang produktif juga dipicu salah satunya oleh ruang kerja di rumah yang tidak kondusif. Layaknya saat kita bekerja di kantor, kita bisa menata interior ruangan rumah agar mendukung mood kita untuk bekerja produktif namun ruangan tetap terasa casual, nyaman, dan tetap aesthetic. Berikut beberapa tips menata ruangan yang bisa kita lakukan agar WFH dapat berjalan baik dan produktif.

Categories
Pikiran Dosen

Corona itu mirip Virus Komputer

Oleh: Arizona Firdonsyah, S.Kom., M.Kom – Dosen Program Studi Teknologi Informasi S1 UNISA Yogyakarta

Corona, nama yang populer dan semakin populer akhir-akhir ini, bukan sebagai merk mobil (ah, kelihatan sekali berapa umur saya, hahaha), namun sebagai virus yang membuat hampir seluruh dunia melakukan isolasi, atau istilah kerennya LOCKDOWN. Nama ilmiah (kalau dalam dunia IT dan film sering disebut dengan Code Name) dari Corona setahu saya adalah Covid-19, entah dapat ide dari mana pemberian Code Name ini, bukan ranah saya untuk membahasnya.

Bicara tentang asal-usul Covid-19, mahluk kecil nan garang ini berasal dari sebuah kota bernama Wuhan. Oh, perlu diketahui, Wuhan ini ada di CHINA, negara luar biasa yang sering disebut dan digoreng isu-isunya, saking rajinnya para penggoreng isu ini, banyak teori konspirasi yang bermunculan tentang Covid-19. Ada yang menganggap Covid-19 ini sebagai tentara Tuhan, ada juga kaum-kaum garis keras dari agama tertentu yang menganggap China biang keladi semua ini sampai-sampai ada yang mengusulkan mengusir orang-orang yang kecipratan darah China dari negaranya, ada juga yang bersikap bodo amat, mati hidup sudah ada yang mengatur, ada juga yang teriak-teriak menyalahkan pihak-pihak tertentu (biasanya pemerintah yang disalahkan), namun pembahasan dan teori konspirasi apapun itu, tidak akan menyelesaikan masalah. Wuhan yang diketahui sebagai kota pertama merebaknya virus Covid-19 sekarang sudah berangsur-angsur membaik, tentunya karena usaha dan kerjasama pemerintah dan warganya.

Categories
Pikiran Dosen

Olahraga Physical Distancing

Oleh Nurwahida Puspitasari, SST.Ft, M.Or – Dosen Program Studi Fisioterapi S1 Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyebut pemberian jarak sebagai social distancing. Namun, sejak Jumat (20/3/2020) lalu, WHO mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing. Physical Distancing yaitu menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar. Lalu apa yang terjadi, setiap orang diharapkan untuk tetap tinggal dirumah tapi tanpa terputusnya koneksi sosial.

Aktifitas fisik apa yang harus dilakukan orang ketika hanya beraktifitas dirumah??? Diantaranya berolahraga. Manfaat olahraga di rumah yaitu: meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki suasana hati (menghilangkan stress), menikmati waktu menjadi menyenangkan, membuat tidur nyenyak dan mempertahankan tubuh ideal.

Bagaimana cara berolahraga yang baik, mudah dan benar yang bisa diaplikasikan dirumah secara mandiri???. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa memerlukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggunya. Artinya, olahraga dapat dilakukan 30 menit dengan frekuensi seminggu 5 kali. Ada tiga jenis latihan yang bisa kita lakukan setiap berolahraga untuk menjaga badan tetap sehat dan bugar:

Categories
Pikiran Dosen

Administrasi Publik Tanggap Covid 19

Usaha untuk menghentikan Wabah Covid-19 tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan persatuan dan kesatuan aksi seluruh komponen Bangsa. Wabah Covid-19 itu dapat dihentikan dengan lebih cepat dengan dampak yang paling ringan melalui Kebijakan Publik yang tepat dan dipatuhi oleh semua. Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/administrasi-publik-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Administrasi Publik S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Fenomena Local Lockdown dan Opsi Herd Immunity

Oleh: Gerry Katon Mahendra, M.I.P – Dosen Program Studi Administrasi Publik S1 UNISA Yogyakarta

Dinamika masih terus berlanjut, jumlah pasien positif covid 19 masih menunjukkan tren naik. Sampai saat ini terus terjadi peningkatan jumlah pasien yang meninggal, namun tetap dibarengi peningkatan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus covid 19. Berdasarkan perkembangan data sampai pada 1 April 2020 terdapat total 1.677 kasus positif, 157 meninggal, dan 103 pasien sembuh. Sayangnya, upaya bersama yang dilakukan untuk meredam penyebaran virus covid 19 dirasa tetap kembali menemui jalan terjal dengan masifnya fenomena mudik dadakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia yang justru menambah kekhawatiran baru, terutama soal dampak penularan virus lintas daerah (carrier). Kita ambil contoh, dilansir dari berbagai media arus mudik ke Kabupaten Wonogiri sampai saat ini mencapai 27.000 pemudik yang umumnya berasal dari perantauan di Jakarta. Hal yang sama juga terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dimana terdapat lebih dari 70.000 pemudik yang kembali ke DIY. Hal senada mungkin saja terjadi pada berbagai daerah di Indonesia yang kedatangan pemudik dadakan sebagai imbas dari penyebaran virus corona covid 19.

Categories
Pikiran Dosen

PSBB, Darurat Sipil, atau Karantina ?

Oleh: Gerry Katon Mahendra, M.I.P – Dosen Program Studi Administrasi Publik S1 UNISA Yogyakarta

Pemerintah akhirnya mengambil langkah yang cukup progresif terkait dengan penanganan pandemi Covid 19. Himbauan pelaksanaan social distancing dan physical distancing yang selama ini sudah dijalankan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid 19 akan dipertegas dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masih akan ditambah opsi kebijakan darurat sipil jika keadaan menjadi abnormal dan tidak terkendali. Sebelum masuk dalam korelasi kebijakan tersebut terhadap situasi yang sedang dialami oleh Negara saat ini, perlu dipahami terlebih dahulu terkait apa yang dimaksud dengan darurat sipil. Dilansir dari berbagai sumber, berdasarkan ketentuan perundang-undangan, status darurat sipil tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya.

Status darurat sipil berada di bawah status darurat militer dan keadaan perang. Sesuai Pasal 1 ayat (1) dalam Undang-Undang tersebut, penetapan status darurat sipil/darurat militer/keadaan perang merupakan wewenang presiden. Presiden dapat menetapkan tiga status tersebut secara menyeluruh atau hanya sebagian wilayah di Indonesia dengan dibarengi beberapa persyaratan, diantaranya : Keamanan atau ketertiban hukum diseluruh wilayah atau disebagian wilayah Negara Republik Indonesia terancam oleh pemberontakan, kerusuhan-kerusuhan atau akibat bencana alam, sehingga dikhawatirkan tidak dapat diatasi oleh alat-alat perlengkapan secara biasa; Timbul perang atau bahaya perang atau dikhawatirkan perkosaan wilayah Negara Republik Indonesia dengan cara apapun juga; Hidup Negara berada dalam keadaan bahaya atau dari keadaan-keadaan khusus ternyata ada atau dikhawatirkan ada gejala-gejala yang dapat membahayakan hidup Negara. 

Categories
Pikiran Dosen

Bioteknologi Turn Back Covid-19

“Jika Anda mengenal diri sendiri, tapi bukan musuh, untuk setiap kemenangan yang diperoleh Anda juga akan menderita kekalahan. [Sun Tzu]”. Oleh karena itu, mengenal Covid-19 adalah langkah pertama untuk ‘menang’ dengan strategi dan cara yang tepat. Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/bioteknologi-turn-back-covid-19/

Oleh: Program Studi Bioteknologi S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Teknologi Informasi Tanggap Covid-19

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, semua negara sepakat menggunakan metode Physical Distancing (Social Distancing). Proses bisnis di Perguruan Tinggi atau beberapa sektor bisnis dapat dipindahkan dari proses bisnis berbasis Fisik menjadi proses bisnis berbasis daring yang dapat dilakukan dari rumah, istilahnya Work/School From Home. Bagaimana supaya WFH/SFH dapat berlangsung dengan nyaman? Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/teknologi-informasi-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Teknologi Informasi S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Akutansi Sehat Tanggap Covid-19

Dalam masa pandemi Covid-19 disarankan untuk #dirumahaja, tentu saja hal tersebut akan berdampak secara ekonomi. Bagaimana mengatur keuangan di masa pandemi seperti ini? Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/akutansi-sehat-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Akuntansi S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Anjuran Pencegahan COVID-19 Untuk Masyarakat

Oleh: Enny Fitriahadi (Dosen Kebidanan Unisa)

ilustrasi : Masyarakat terdampak virus Corona

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Berdasarkan informasi di laman lembaga kesehatan AS, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lansia dan mereka yang memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung, memiliki resiko lebih tinggi, saat terinfeksi virus corona. Gejala Corona Covid-19 dari Hari ke Hari Business Insider melaporkan sebuah studi yang menganalisis gangguan kesehatan pada 140 pasien Covid-19.

Kasus Corona Covid-19 hingga kini masih terus meningkat. Badan kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kasus-kasus baru di beberapa negara meningkat semakin cepat, termasuk Indonesia. Apa Ciri-Ciri Awal Penderita Corona Covid-19? Gejala awal virus corona COVID-19 yang dirasakan para pasien adalah demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Namun, sebagian pasien Covid-19 hanya mengalami gejala sakit ringan, dan bahkan sama sekali tidak mengalami gejala infeksi.

Categories
Pikiran Dosen

Trik Pencegahan Virus Corona/COVID 19 Pada Ibu Hamil

Oleh: Enny Fitriahadi (Dosen Kebidanan Unisa)

ilustrasi: Ibu hamil yang tergolong rentan terinfeksi SARS CoV-2, berikut beberapa rekomendasi agar tak terpapar virus penyebab Covid-19

Ibu hamil tergolong rentan terinfeksi SARS CoV-2 selain lanjut usia dan orang sakit, ibu hamil menjadi golongan yang mengalami kekhawatiran besar menyusul pandemi virus Corona. Mereka harus menjalani pemeriksaan secara teratur sesuai dengan usia kehamilannya sampai menjelang persalinan. Belum lagi kecemasan lain jika harus melahirkan di tengah ancaman Covid-19.

Namun, ibu hamil tidak perlu terlalu cemas. Ahli kesehatan di New York memiliki trik untuk mengatasi kecemasan persalinan di tengah pandemi virus Corona. Bila ibu hamil mengalami gejala Covid-19, maka perlu membicarakan kondisinya lebih dulu kepada bidan atau dokter spesial melalui Wa atau telepon. Jadi, dokter dan tim medis rumah sakit akan mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk ibu hamil.

Categories
Pikiran Dosen

Trik Menyusui di Masa Pandemi COVID-19

Oleh: Enny Fitriahadi (Dosen Kebidanan Unisa)

ilustrasi: Ibu menyusui yang tergolong rentan terinfeksi SARS CoV-2, berikut beberapa rekomendasi agar tak terpapar virus penyebab Covid-19

Ibu menyusui tidak perlu panik dan buru-buru menjauhkan bayi saat terinfeksi corona Covid-19. Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Unicef, semua ibu menyusui yang terdampak dan berada di wilayah berisiko, serta menunjukkan gejala demam, batuk, atau kesulitan bernapas, memang harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

Namun ada beberapa pertimbangan bahwa menyusui dan ASI tidak memiliki peran yang signifikan dalam penyebaran virus pernapasan lain, ibu menyusui dapat terus melanjutkan menyusui sambil melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

Categories
Pikiran Dosen

Memasuki Pembelajaran Digital Akibat COVID-19: Apakah Kita Siap?

Oleh: David Sulistiawan Aditya

Wabah virus Corona 2019 atau yang disebut COVID-19 telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan. Epidemik ini tidak hanya menginfeksi lebih dari 250 ribu orang dan menyebabkan kematian pada lebih dari 11.890 jiwa (worldometers.info, 2020) tetapi juga membuat dampak yang luar biasa pada ekonomi global (Lee, 2020) dan pendidikan (Cao, et.al, 2020). Negara-negara di dunia telah menetapkan kebijakan terkait mitigasi dan penanggulangan wabah ini dengan menutup sekolah. Sekitar 421 juta siswa dari 39 negara mendapatkan dampak dari ke Kebijakan tersebut. Indonesia pun mengikuti untuk melakukan kebijakan yang sama. Kementerian Pendidikan menginstruksikan untuk siswa belajar di rumah dan semua institusi pendidikan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh untuk menyelamatkan siswa dari penularan wabah ini yang di tuangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 tahun 2020 yang diteken 24 Maret 2020.

Hanya beberapa minggu saja, Virus Corona 2019 telah mengubah cara siswa dalam belajar di seluruh dunia. Di China, pemerintah menyiapkan akses materi belajar siswa melalui broadcast TV secara live. Siswa di Hongkong menggunakan aplikasi interactive untuk belajar di rumah. Di Nigeria, guru menggunakan LMS seperti Google classroom untuk memberikan pembelajaran. Sebuah sekolah di Italy menggunakan Google Hangout untuk melaksanakan pembelajaran secara virtual. Di Libanon, siswa tetap melaksanakan pelajaran olahraga dengan merekam dan mengirimkannya kepada guru. Hal ini menunjukan bahwa wabah ini secara tidak langsung melahirkan inovasi-inovasi pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk Pendidikan di masa depan.

Pertanyaannya, apakah kita siap dan mampu untuk memindahkan kelas kita ke dunia maya?

Categories
Pikiran Dosen

Arsitektur Sehat Tanggap Covid-19

Arsitektur sehat merupakan salah satu faktor pembentuk rumahku surgaku (baiti jannati), sehingga membuat betah berlama-lama di rumah. Buka https://update.unisayogya.ac.id/covid19/arsitektur-sehat-tanggap-covid-19/

Oleh: Program Studi Arsitektur S1 UNISA Yogyakarta

Categories
Pikiran Dosen

Meluruskan “Tafsir Cocokologiah” Qorona dalam Al-Qur’an

Oleh: Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I. – Dosen UNISA Yogyakarta

Di saat musim Virus Corona yang sedemikian mengkhawatirkan seperti ini, masyarakat, khususnya umat Islam, seharusnya disuguhkan dengan paham agama yang mencerahkan dan membahagiakan. Bukan malah sebaliknya. Beredarnya tulisan di beberapa group WA dan FB belakangan ini yang berjudul, “Masya Allah Inikah Arti Qorona dalam Al-Qur’an,” tentu sangat tidak mencerahkan.

Setelah melakukan penelusuran, saya menemukan tulisan ini dengan judul yang hampir sama yang telah dipublikasikan di salah satu media online bernama https://hajinews.id. Judul tulisan yang dipublikasikan di https://hajinews.id tersebut adalah: “Hikmah Siang: Inikah Ayat Qorona dalam Alqur’an?” Walaupun judulnya tidak sama persis, namun isinya sama persis. Di dalam hajinews.id penulisnya juga tidak dicantumkan. Namun, di akhir tulisan tersebut dicantumkan keterangan “semoga bermanfaat: gwa.” Dua hari setelah dipublikasikan di hajinews.id pembacanya sudah mencapai 280 orang.

Sebagai sarjana Tafsir Al-Qur’an dan Hadits saya merasa gelisah dengan beredarnya tulisan atas nama tafsir Al-Qur’an tentang arti Qorona yang jauh dari kaidah-kaidah tafsir Al-Qur’an. Tulisan singkat ini saya tulis dengan tujuan untuk mengkritik tulisan yang beredar tersebut. Agar mudah untuk memahaminya, di bawah ini penulis akan terlebih dahulu mencantumkan judul dan isi tulisan yang beredar tersebut.

Berikut tulisannya:

MASYA ALLAH INIKAH ARTI QORONA DALAM ALQUR’AN??
Ini ada di surat al Ahzab ayat 33.
Silahkan dibuka bagi yg tidak berhalangan

Selengkapnya: https://ibtimes.id/meluruskan-tafsir-cocokologiah-qorona-dalam-al-quran/

Ilustrasi: IBTimes.Id